Sabtu, 11 Juni 2011

PAK NARYO PENJUAL SATWA LIAR




Siapa yang tidak kenal pak naryo sang penjual satwa liar di kresidenan banyumas.
Semua orang pasti mengenal sosok pak naryo yang akrab di panggil pak yok. pekerjaan menjual satwa liar dilakukan oleh pak yok dari zaman mudanya, pak tua yang terkenal luwes dan akrab ini tidak merasa takut atau jijik dengan satwa liar yang ditangkapnya. Berbagai satwa liar yang di jual oleh pak yok antaranya musang, kukang, anak tupai, ular, biawak, tokek rimba, dan hewan hewan liar lain yang menurutnya mempunyai harga jual dan disukai masyarakat untuk di kosumsi atau di pelihara.

Sewaktu di temui warta polisi pak yok sedang transaksi dua ekor anak tupai rimba yang di bungkus dalam sebuah kaos kaki dengan harga dil Rp 20.000 ( dua puluh ribu rupiah ) emang tidak mahal yang penting jadi uang dan saya bisa menyambung hidup celoteh pak yok sewaktu di wawancara warta polisi.
Selain anak tupai dalam sandang pikul alat dagangan pak yok masih terikat seekor biawak ukuran sedang, ular tiung berwarna hitam kuning yang kita tahu ular jenis ini cukup berbisa dan seekor kukang ( sejenis kucing hutan yang cukup langka dan sulit di temui ) untuk harga beberapa satwa liar dan satwa langka ini di hargakan bervariasi. Kukang yang dianggap satwa langka dan punya kelebihan supranatural yang mana bisa menghilangkan diri sewaktu hujan petir ini di hargakan Rp 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ) sedangkan ular di hargakan Rp 50.000 ( lima puluh ribu rupiah ) untuk biawak dalam ukuran sedang di jual dengan harga Rp 80.000 ( delapan puluh ribu rupiah ) tukasnya dengan disertai tawa khas pak naryo di sela-sela kerumunan penonton dan calon pembeli.

Menurut beberapa orang yang telah mengenal sikap dan pekerjaan pak yok mereka mengatakan kalo kita meminta hewan tertentu silahkan memesanya dan berikan alamat rumah kita jika barang yang kita minta sudah ada pak yok akan muncul secara mendadak di depan rumah kita, ya harus konsisten dengan janji. Beliau akan marah bila barang pesanan kita tidak jadi di beli kerna menurut pak yok barang pesanan adalah amanat dan harus dia utamakan mencarinya. Kerna pak yok bukan membeli dari orang lain barang-barang daganganya pak yok menangkap sendiri di hutan.

Dari sekelumit cerita perjalanan hidup yang di lakukan pak naryo dapat kita simpulkan bahwa pengangguran tidak pernah ada di bumi Indonesia . Dalam undang undang sudah ada pasal yang berbunyi seluruh kekayaan sumber daya alam dan bumi adalah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. pak naryo adalah salah satu dari ratusan juta penduduk Indonesia yang mempunyai hak dalam undang undang tersebut.
Adapun gembar gembor pengangguran semakin bertambah itu adalah pengangguran tingkat tinggi bukan tingkat rakyat kecil. Tidak ada satu orangpun rakyat kecil yang menganggur. Kebanyakan mereka yang menjadi pengangguran lulusan sarjana atau diploma. Kerna mereka merasa mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak mau melakukan pekerjaan kasar.

Menurut warta polisi dan saya pribadi pengangguran kelas sarjana dan diploma ini bukanlah beban negara’ mereka kuliah bukan untuk dipekerjakan tetapi lebih kepada untuk membuka peluang pekerjaan. Jika mereka mau dan tidak malu, berapa luas wilayah Indonesia untuk mereka hijrah berapa ratus ribu pasar untuk mereka memulai hidup dan beribu mil laut untuk mereka mencari hidup. Intinya pengangguran tidak pernah ada di bumi Indonesia yang subur kaya dan luas ini. ( rahman )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

PENDAPAT KAMU ??